Upacara Adat Kenduri dan Padusan di Pantai Sundak, Tradisi Penyucian Diri Sambut Ramadhan
- Feb 17, 2026
- Jabrick
Upacara Adat Kenduri dan Padusan kembali digelar di Pantai Sundak, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Selasa (17/2/2026), sebagai bagian dari tradisi masyarakat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H.
Tradisi ini merupakan warisan budaya leluhur yang sarat makna spiritual. Kenduri dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus doa bersama agar masyarakat diberikan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa. Sajian tumpeng dan ubarampe kenduri menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, serta harapan akan kehidupan yang harmonis.
Sementara itu, prosesi padusan menjadi inti dari rangkaian kegiatan. Padusan dimaknai sebagai simbol penyucian diri lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan. Tradisi ini mengajarkan pentingnya membersihkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga hati dan pikiran, agar siap menjalani ibadah dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.
Pelaksanaan upacara adat di kawasan Pantai Sundak juga memiliki filosofi tersendiri. Laut selatan dipandang sebagai sumber kehidupan dan lambang keluasan rahmat Tuhan, sehingga momentum ini menjadi pengingat akan hubungan manusia dengan alam serta Sang Pencipta.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, jajaran pemerintah daerah, serta para lurah se-Kabupaten Gunungkidul, termasuk Lurah Tepus, Hendro Pratopo. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga serta melestarikan adat istiadat sebagai bagian dari identitas budaya Gunungkidul.
Melalui Upacara Adat Kenduri dan Padusan ini, diharapkan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kearifan lokal terus tumbuh di tengah masyarakat serta diwariskan kepada generasi mendatang.